<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8924302929814641734</id><updated>2012-02-16T04:21:59.808-08:00</updated><category term='foto Q'/><title type='text'>yechi_queen</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yesirli.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8924302929814641734/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yesirli.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>yechi_queen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12233089487283885760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8924302929814641734.post-4147696095865341577</id><published>2010-02-26T19:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T19:31:31.697-08:00</updated><title type='text'>PKM-Quantum Teaching Q.....</title><content type='html'>I. JUDUL PENELITIAN&lt;br /&gt;Penggunaan Metode Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Prancis Siswa SMAN 11 Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. LATAR BELAKANG MASALAH&lt;br /&gt;Kegiatan pembelajaran bahasa Perancis di SMAN 11 Medan hingga saat ini tampaknya masih banyak didominasi oleh penggunaan metode pembelajaran tradisional. Metode ini cenderung untuk menempatkan pengajar pada peran yang lebih aktif dibandingkan peran pembelajar. Hal semacam ini berakibat pada miskinnya kreativitas dan aktivitas pembelajar sehingga pembelajar cenderung menjadi manusia yang memiliki kebiasaan menerima segala sesuatu yang datang dari pengajar tanpa adanya modifikasi, apalagi suatu konstruksi. Pembelajar biasanya menjadi manusia yang pemalu dan penakut untuk mengekpresikan gagasan-gagasan yang dimiliki.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil tes hasil belajar bahasa Prancis siswa kelas 11 SMAN 11 Medan diperoleh data bahwa hasil belajar siswa secara umum belum mencapai nilai ketuntasan belajar siswa yaitu 70 untuk pengetahuan teoritis dan 75 untuk keterampilan praktis/produktif. Baru 32% siswa yang mencapai nilai tersebut sedangkan 68% siswa masih berada di bawah nilai yang ditetapkan itu.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Prancis pada SMAN 11 Medan diperoleh data bahwa alasan yang mendasari guru menggunakan metode tradisional dalam kegiatan pembelajaran di antaranya adalah; (1) guru kurang memiliki pengetahuan dan kompetensi mengajar menggunakan metode yang lebih modern, (2) guru sudah sangat terbiasa menggunakan metode pembelajaran tradisional sehingga dianggap bahwa penggunaan metode tradisional mempermudah guru dalam mengajar, (3) guru merasa yakin bahwa dengan menggunakan metode tradisional siswa telah menguasai materi ajar, dan (4) guru kurang senang menggunakan metode pembelajaran baru karena dianggap lebih rumit dan memerlukan persiapan yang lebih matang. Sementara itu metode pengajaran tradisional dianggap sangat praktis dan tidak memerlukan persiapan yang banyak.&lt;br /&gt;Terkait dengan kenyataan di atas, perlu dilakukan penelitian yang lebih intensif terhadap hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran modern dan publikasi hasil penelitian tersebut. Alasan yang mendasari pentingnya penelitian seperti ini dilakukan adalah agar masyarakat khususnya guru mengetahui dengan lebih jelas tentang manfaat penggunaan pembelajaran modern terhadap hasil belajar siswa. &lt;br /&gt;Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian tentang penggunaan metode Quantum Teaching untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Prancis SISWA kelas 11 SMAN 11 Medan. Alasan yang mendasari dipilihnya metode tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Hasil belajar siswa rendah disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa terhadap bahasa Prancis. Kurangnya minat ini bisa disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik. Dalam hal ini guru dituntut untuk meningkatkan minat belajar bahasa Prancis siswa melalui penggunaan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa. Metode Quantum Teaching diyakini mampu dijadikan suatu solusi untuk mengatasi hal tersebut.&lt;br /&gt;2. Pembelajaran bahasa tidak bisa hanya menekankan pada aspek kognitif saja melainkan harus melibatkan aspek afektif dan psikomotor. Metode Quantum Teaching memiliki rancangan belajar “Tumbuhkan, Alami, Namai, Ulangi, dan Rayakan (TANDUR)”. Rancangan ini sangat sesuai dengan paradigma pembelajaran di atas.&lt;br /&gt; Berdasarkan pada hal-hal di atas disusun hipotesa bahwa metode Quantum Teaching dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Prancis siswa kelas 11 SMAN 11 Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. PERUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Meningkatkan keterampilan berbahasa Prancis siswa kelas 11SMAN 11 Medan menggunakan metode Quantum Teaching? Rumusan masalah tersebut dirinci dalam beberapa rumusan masalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Bagaimana mengajarkan penggunaan Metode Quantum Teaching sebagai metode pembelajaran bagi siswa kelas 11 SMAN 11 Medan&lt;br /&gt;2. Bagaimana situasi belajar siswa kelas 11 SMAN 11 Medan dalam belajar bahasa Prancis menggunakan Metode Quantum Teaching?&lt;br /&gt;3. Bagaimana Kemampuan guru dalam mengajar bahasa Prancis menggunakan metode Quantum Teaching?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. TUJUAN PROGRAM&lt;br /&gt;1. Mengembangkan metode Quantum Teaching sebagai metode pembelajaran bahasa Prancis. Manfaat dari hal ini adalah pengajar bahasa Prancis dapat menggunakan metode Quantum Teaching sebagai metode pembelajaran ketika mengajar mata pelajaran bahasa Prancis.&lt;br /&gt;2. Mengetahui aktivitas belajar bahasa Prancis siswa kelas 11 SMAN 11 Medan sebagai akibat dari penerapan metode Quantum Teaching. Manfaat aktivitas ini adalah dapat dilakukan evaluasi secara mendalam tentang aktivitas pembelajaran sehingga dapat disusun rencana perbaikan untuk aktivitas pembelajaran berikutnya.&lt;br /&gt;3. Meningkatkan keterampilan berbahasa Prancis siswa kelas 11 SMAN 11 Medan menggunakan metode Quantum Teaching. Manfaat yang ingin didapat dari hal ini adalah siswa mampu berbahasa Prancis lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. LUARAN YANG DIHARAPKAN&lt;br /&gt;Luaran yang diharapkan dari program ini adalah artikel hasil penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. KEGUNAAN PROGRAM&lt;br /&gt;Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :&lt;br /&gt;1. Pengajar&lt;br /&gt;Dengan dilaksanakannya penelitian ini, pengajar atau guru dapat mengetahui keefektifan metode Quantum Teaching dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.&lt;br /&gt;2. Lembaga&lt;br /&gt;Penelitian ini bermanfaat untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah dan  meningkatkan kinerja pengajar dalam melaksanakan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;1. Hakikat Pembelajaran Bahasa&lt;br /&gt;Pada hakikatnya tujuan pembelajaran bahasa adalah membantu meningkatkan kompetensi pembelajar dalam menggunakan bahasa sebagai sarana komunikasi verbal. Dalam hal ini, pengajar bahasa hendaknya lebih mengarahkan kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajar dalam menggunakan bahasa sebagai sarana komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan guna tercapainya kompetensi komunikatif pembelajar. Oleh sebab itu, aktivitas yang lebih dominant dalam pembelajaran adalah aktivitas pembelajar, bukan pengajar. Pengajar sebaiknya lebih berperan sebagai seorang fasilitator dan motivator dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;Banyak teori tentang pembelajaran bahasa yang bias dijadikan rujukan pengajar dalam permbelajaran. Teori-teori trsebut diantaranya adalah teori behavorisme, mentalisme (kognitisme) dan konstruktivisme. Teori behavorisme dengan tokoh utamanya Skinner menyatakan bahwa ada hubungan antara rangasangan (stimulus) dengan jawaban (response) (Pateda, 1991 : 98). Teori ini dengan tegas menyatakan bahwa anak-anak belajar bahasa melalui suatu proses peniruan terhadap sesuatu yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Peniruan itu biasanya disertai dengan persetujuan orang-orang disekitarnya. Jika suatu stimulus diberikan kepada seorang anak, maka anak tersebut akan memberikan respons tertentu . jika respons itu mendapat persetujuan dari orang-orang di sekitarnya, maka anak tersebut akan memberikan respons yang sama manakala mendapat stimulus yang sama. Sebaliknya, jika respons yang diberikan anak atas suatu stimulus tidak mendapat persetujuan dari orang-orang di sekitarnya, maka anak tersebut akam memberikan respons yang berbeda atas stimulus yang sama. Misalnya, seorang ibu mengatakan “thank you” di depan anaknya saat menerima pemberian orang lain. Jika kejadian ini terjadi berulang kali, maka dengan sendirinya si anak akan mengatakan “thank you” saat menerima pemberian orang lain. Ungkapan semacam ini tentunya mendapat persetujuan dari orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya, jika ternyata si anak mengatakan lain, seperti si anak mengatakan “you mad”, maka orang-orang di sekitarnya mungkin akan marah (tidak memberi persetujuan), maka dengan sendirinya si anak tidak akan mengulangi respons yang sama.&lt;br /&gt;Tugas utama pengajar menurut teori ini adalah memberi stimulus yang sebanyak-banyaknya kepada pembelajar agar memperoleh pengalaman berbahasa yang sebanyak-banyaknya, yang pada selanjutnya dapat berakibat pada perubahan tingkah laku pembelajar. Pembelajar harus mendapatkan kesempatan yang luas untuk mengembangkan pengalaman berbahasnya melalui pemberian beraneka ragam stimulus. Stimulus hendaknya direncanakan secara terstruktur agar perubahan tingkah laku yang diinginkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, kesalahan sekecil apapun harus segera diluruskan agar tidak diulangi oleh pembelajar (Pateda, 1991 : 100).&lt;br /&gt;Teori kognitivisme justru mengatakan hal yang berbeda dari pandangan kaum behavoristik. Menurut teori kognitivisme, manusia lahir sedah memiliki Language Acquisition Device (LAD). LAD inilah yang memiliki peranan yang sangat penting dalam proses penguasaan suatu bahasa (Chomsky, 1965, dalam Dardjowidjojo, 2000 : 744).&lt;br /&gt;Berkaitan dengan pembelajaran bahasa, secara implikasional dikatakan bahwa jika manusia itu memiliki LAD, maka cara manusia belajar bukankah dengan kegiatan stimulus dan respons sebagaimana pandangan kaum behavoristik. Chomsky dengan tegas menyatakan bahwa manusia tidak bias mengajarkan bahasa. Manusia hanya dapat menciptakan “a rich linguistic invironment for the intuitive heuristics that the normal human automatically processes”(Chomsky, 1973 : 108, dalam Dardjowidjojo, 2000 : 745). Mengingat manusia itu memiliki sifat kreatif, dan kreatifitas itu terdapat pada pembelajar, maka proses pembelajaran hendaknya lebih diarahkan pada para pembelajar (Learner-centered). Pembelajar bahasa yang berpusat pada pembelajar berarti bahwa suatu kegiatan pengajaran hendaknya lebih dicurahkan pada aspek psikologis yang dilalui pembelajar dalam usaha mempelajari bahasa (Dardjowidjojo, 2000 : 745). Oleh sebab itu, pengajar dituntut untuk selalu menyelami jiwa parapembelajarnya sebelum, ketika, dan setelah proses belajar mengajar berlangsung.&lt;br /&gt;Teori konstuktivisme memandang bahwa pembelajar secara individu mencari dan memindahkan informasi yang kompleks. Teori ini berpendapat bahwa pembelajar secara teratur memcocokkan informasi-informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merefisi aturan-aturan tersebut jika dianggap sudah tidak sesuai lagi. Tentang pembelajaran, kaum konstuktivis memandang bahwa pembelajar diberikan kesempatan sendiri untuk menggunakan strateginya dalam belajar secara sadar dan pengajar membimbing pembelajar ke tingkat pengetahuan yang lebih tinggi (Slavin, 1994, dalam Muhajir, 2001 : 12).&lt;br /&gt;Secara garis besar , prinsip-prinsip teori konstuktivisme adalah 1) pengetahuan dibangun oleh pembelajar sendiri, baik secara individual maupun sosial, 2) pengetahuan tidak bias dipindahkan dari pengajar ke pembelajar, kecuali hanya dengan keaktivan pembelajar itu sendiri untuk bernalar, 3) pembelajar aktif mengkonstruksi terus-menerus sehingga selalu terjadi perubahab konsep menuju ke konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai dengan konsep ilmiah, dan 4) pengajar hanya sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi pembelajar berjalan dengan mulus (Suparno, 1997 : 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bahasa&lt;br /&gt;Brown (1994 : 11-26) menyatakan bahwa terdapat tiga prinsip utama dalam pembelajaran bahasa yaitu prinsip kognitif, prinsip afektif, dan prinsip linguistik. Dikatakan prinsip kognitif karena berhubungan dengan fungsi mental dan intelektual. Prinsip ini terdiri atas otomatisasi (automaticity), pembelajar bermakna (meaningful learning), harapan akan penghargaan (the anticipation of reward), motivasi intrinsik (intrinsic motivation), dan investasi strategis (strategic investment). Dikatakan prinsip afektif karena berhubungan dengan proses emosional manusia seperti perasaan tentang dirinya, hubungan dalam komunitas pembelajar, tentang emosi di antara bahasa dan budaya. Prinsip ini terdiri atas egoisme bahasa (language ego), kepercayaan diri (self-confidence), keberanian untuk ambil resiko (risk-taking), dan hubungan antara bahasa dan budaya (the language-culture connection). Dikatakan prinsip linguistik karena berhubungan dengan kompleksitas sistem bahasa itu sendiri. Prinsip ini terdiri atas pengaruh bahasa ibu (the native language effect), pengaruh sistem linguistik bahasa lain (interlanguage), dan kompetensi komunikatif (communicative competence).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Otomatisasi (Automaticity)&lt;br /&gt;Pada dasarnya pembelajaran bahasa yang efisien itu meliputi kemampuan seseorang untuk mampu menggunakan atau memindahkan pola-pola kalimat yang terkontrol menuju penggunaan bahasa yang lebih bebas secara otomatis. Terlalu banyak membahas tata bahasa cenderung akan menghambat proses otomatisasi. Prinsip otomatisasi ini mencangkup hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Penyerapan bahasa secara tak sadar melalui penggunaan yang bermakna.&lt;br /&gt;- Adanya perpindahan bahasa yang cepat dan efisien dari yang terfokus pada pola kalimat menuju pada bagaimana bahasa itu digunakan.&lt;br /&gt;- Adanya perpindahan bahasa yang cepat dan efisien dari penggunaan pola bahasa yang terkontrol menjadi pola bahasa yang lebih terbuka dan bersifat otomatis.&lt;br /&gt;- Menghindari kecenderungan untuk menganalisa pola kalimat.&lt;br /&gt;2) Pembelajaran Bermakna (meaningful learning)&lt;br /&gt;Pada dasarnya pembelajaran bermakna akan lebih lama tersimpan dalam pikiran pembelajar dari pada pembelajaran mekanis (rote learning). Belajar bermakna adalah belajar yang mengarah pada konteks. Konteks ini sengaja diciptakan agar pembelajar meraa seolah-olah berada pada situasi tertentu. Kesan inilah yang akan menjadikan daya ingat pembelajar lebih lama menyimpan meteri pembelajaran.&lt;br /&gt;3) Harapan akan Pengharapan (the anticipation of reward)&lt;br /&gt;Pada umumnya manusia cenderung untuk berbuat akibat adanya keinginan untuk memperoleh penghargaan. Penting atau tidak, dalam jangka waktu pendek atau panjang, hal itu akan lebih memotivasi mereka untuk bertindak. Begitu pula dengan pembelajar bahasa, pembelajar bahasa akan lebih besemangat untuk mempelajari bahasa target apabila mendapatkan penghargaan dari orang sekitarnya.&lt;br /&gt;4) Motivasi Intrinsik (intrinsic motivation)&lt;br /&gt;Hal yang paling kuat mendorong pembelajar untuk berbuat pada dasarnya adalah motivasi intrinsik pembelajar. Tingkah laku itu berasal dari adanya suatu kebutuhan, keinginan, dan hasrat seseorang. Maka sebenarnya motivasi intrinsick yang kuat untuk belajar bahasa target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Investasi Strategi (strategic investment)&lt;br /&gt;Keberhasilan penguasaan bahasa kedua pembelajar akan sangat ditentukan oleh kemampuan pembelajar untuk memgelola waktu, usaha dan pengetahuannya terhadap bahasa kedua dalam hal memaksimalkan strategi dalam memahami dan menggunakan bahasa target.&lt;br /&gt;6) Ego Bahasa (language ego)&lt;br /&gt;Ketika seseorang belajar untuk menggunakan bahasa kedua, mereka juga mengembangkan suatu bentuk pemikiran, perasaan dan tindakan baru sebagai identitas yang kedua. Ego bahasa yang baru ini terkait dengan bahasa kedua. Ego bahasa yang baru ini juga akan dengan mudahnya dapat menciptakan rasa kerapuhan, mempertahankan diri dan meningkatkan rasa kepemilikan atas bahasa target.&lt;br /&gt;7) Kepercayaan Diri (self-confidence)&lt;br /&gt;Sukses yang paling nampak yang pembelajar capai dalam suatu tugas atau latihan, sebagian merupakan akibat dari adanya faktor rasa percaya diri mereka. Mereka yakin bahwa sesungguhnya mereka sanggup untuk melakukan hal apapun dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;8) Kemampuan untuk Ambil Resiko (risk-taking)&lt;br /&gt;Pembelajar bahasa yang sukses biasanya adalah pembelajar yang berani mengambil resiko. Mereka tidak takut berbuat salah karena dengan kesalahan itu mereka dapat berbenah diri. Mereka sadar bahwa mereka lemah dalam bahasa target, namun mereka akan terus berusaha untuk memahami bahasa yang sedang dipelajari.&lt;br /&gt;9) Hubungan Antara Bahasa Dan Budaya (the language-culture connection)&lt;br /&gt;Ketika anda mengajar bahasa, anda juga mengajar system adapt budaya, nilai-nilai, cara berpikir, perasaan dan perilaku yang sangat rumit. Terutama dalam konteks bahasa kedua, keberhasilan pembelajar beradaptasi terhadap system budaya akan mempengaruhi keberhasilan pemerolehan bahasa kedua mereka dan sebaliknya.&lt;br /&gt;10)  Pengaruh Bahasa Ibu (the native language effect)&lt;br /&gt;Sistem bahasa ibu pembelajar akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran bahasa target. Sistem bahasa ibu dapat membantu atau juga dapat mengganggu dalam penggunaan dan pemahaman bahasa target. Tetapi biasanya system bahasa ibu lebih banyak mengganggu dalam proses pembelajaran bahasa target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11)  Pengaruh Sistem Linguistik Bahasa Lain (interlanguage)&lt;br /&gt;Pembelajar bahasa kedua cenderung melewati proses perkembangan yang sistematis atau semi sistematis pada saat mereka meningkatkan kompetensi bahasa target mereka. Keberhasilan perkembangan sistem linguistik suatu bahasa bagi pembelajar bahasa target, sebagian merupakan faktor bagaimana pembelajar memanfaatkan masukan dari pembelajar lain khususnya native speaker. Misalnya, menurut pemikiran pembelajar bahasa target, orang mengatakan “does John can sing?” itu benar karena sistem aturan kalimat Tanya bahasa Inggris menghendaki adanya auxiliary “do”. Tetapi hal semacam ini bagi native speaker adalah salah. Seharusnya adalah “ can John sing?”.&lt;br /&gt;Masing-masing bahasa memiliki sistem linguistik yang berbeda. Sistem linguistik bahasa pertama pembelajar berpengaruh terhadap proses pembelajaran bahasa kedua.&lt;br /&gt;12)  Kompetensi Komunikatif (communicative competence)&lt;br /&gt;Apabila kompetensi komunikatif adalah tujuan pembelajaran bahasa dalam kelas, maka pembelajar perlu memfokouskan pada pembelajaran komponen-komponen bahasa sebagai berikut; pengaturan (organizational), pragmatic, strategi (strategic) dan psikomotor. Tujuan-tujuan komunikatif yang paling baik dicapai dengan cara memfokuskan pembelajar pada penggunaan bahasa, bukan pada pemahaman bahasa, unutk melancarkan, bukan hanya unutk sekedar ketepatan, mengajarkan bahasa yang autentik dan kontekstual, dan memberikan kesempatan pada pembelajar unutk mengaktualisasikan diri dan menjadikan pembelajaran di kelas secara kontekstual sebagaimana yang terjadi di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode Pengajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Bahasa&lt;br /&gt;Quantum Teaching menggunakan asas utama “Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka” (De Porter, 2000). Segala strategi, model, interaksi dengan siswa, rancangan kurikulum, dan setiap metode instruksional dibangun di atas asas tersebut.&lt;br /&gt;Maksud dari asas tersebut adalah pentingnya memasuki dunia siswa sebagai langkah awal dalam mengajar. Pengajar harus membangun jembatan autentik memasuki kehidupan siswa. Mengajar bukanlah hak yang diberikan oleh Departemen Pendidikan akibat adanya sertifikat mengajar yang diperoleh, melainkan hak yang diberikan oleh siswa. Jika siswa memberikan hak mengajar pada seorang guru, maka guru akan lebih mudah mengarahkan siswa dalam belajar. Sebaliknya, jika siswa tidak memberikan hak mengajar pada guru, maka guru akan menemukan hambatan yang sangat besar dalam mengajar. Siswa akan sangat susah diarahkan untuk belajar.&lt;br /&gt;Dalam pembelajaran, Quantum Teaching menggunakan rancangan pembelajaran yaitu; Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan yang disingkat dengan istilah TANDUR. Rancangan ini dilaksanakan secara terpadu dalam kegiatan pembelajaran sehingga situasi kegiatan pembelajaran menjadi sangat aktif, dinamis dan menyenangkan dengan hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;Langkah pertama adalah Tumbuhkan. Pengajar terlebih dahulu menumbuhkan motivasi belajar pembelajar dengan menjelaskan manfaat dari mempelajari topic yang akan dipelajari. Selain itu, pengajar juga bisa memanfaatkan media gambar, cerita dan lain-lain. Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan semangat belajar, keberanian dan kepercayaan diri pembelajar dalam pembelajaran yang sedang berlangsung dengan cara menyertakan mereka, memikat mereka, memuaskan AMBAK (Apa Manfaat Bagiku).&lt;br /&gt;Mengapa? Penyertaan menciptakan jalinan dan kepemilikan bersama atau kemampuan saling memahami. Penyertaan akan manfaat pengalaman mereka, mencari tanggapan dan mendapatkan komitmen untuk terus belajar. Hal apa yang mereka pahami? Apa yang mereka setujui? Apakah menfaatnya bagi mereka? Pada apa mereka berkomitmen?&lt;br /&gt;Kedua adalah Alami. Berikan mereka pengalaman belajar, tumnbuhkan “kebutuhan untuk mengetahui”. Unsur ini memberi pengalaman pada pembelajar dan memanfaatkan hasrat alami otak untuk terus belajar. Cara apa yang memanfaatkan pengetahuan yang sudah mereka miliki? Kegiatan apa yang memfasilitasi “kebutuhan untuk mengetahui” mereka?&lt;br /&gt;Ketiga adalah Namai. Berikan “data”, tepat saat minat memuncak. Mengapa? Penanaman memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan identitas, mengurutkan, dan mendefinisikan. Penanaman dibangun di atas pengetahuan dan keingintahuan pembelajar saat itu. Penanaman adalah saatnya untuk mengajarkan konsep, keterampilan berpikir dan strategi belajar. Perbedaan apa yang perlu dibuat dalam balajar? Apa yang harus ditambahkan pada pengertian pembelajar? Strategi, kiat jitu dan alat berpikir apa yang berguna untuk mereka ketahui atau gunakan?&lt;br /&gt;Keempat adalah Demonstrasikan. Berikan kesempatan pada mereka untuk mengaitkan pengalaman dengan data baru, sehingga mereka menghayati dan membuatnya sebagai pengalaman pribadi. Mengapa? Langkah ini memberi pembelajar peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka ke dalam pembelajaran yang lain dan kedalam kehidupan mereka. Dengan cara apa pembelajar dapat memperagakan tingkat kecakapan mereka dengan pengetahuan yang baru? Kriteria  apa yang dapat pengajar dan pembelajar kembangkan bersama untuk menuntun kualitas peragaan mereka?&lt;br /&gt;Langkah kelima adalah Ulangi. Rekatkan gambaran keseluruhannya. Pengulangan dapat memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa ”Aku tahu bahwa aku tahu ini!” jadi pengulangan harus dilakukan secara multimodalitas dan multikecerdasan, lebih dalam konteks yang berbeda dengan asalnya. Cara apa yang terbaik bagi pembelajar untuk mengulang pelajaran? Dengan cara apa setiap pembelajar akan mendapat kesempatan untuk mengulang?&lt;br /&gt;Langkah terakhir adalah Rayakan. Ingat, jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan! Perayakan menambatkan belajar dengan asosiasi positif. Perayaan memberi rasa rampung dengan dengan menghormati usaha, ketekunan dan kesuksesan. Dalam hal ini, cara apa yang paling sesuai untuk merayakan? Bagaimana pengajar dapat mengakui setiap orang atas prestasi mereka?&lt;br /&gt;Berdasarkan pada kajian teori diatas ditarik hipotesis tindakan bahwa metode pengajaran Quantum Teaching sangat efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMAN 11 Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. METODE PELAKSANAAN PROGRAM&lt;br /&gt;A. Pendekatan Penelitian&lt;br /&gt;Mengingat adanya dua jenis data yang berbeda yaitu data kualitatif yang berupa aktivitas pengajar dan pembelajar yang diperoleh melalui catatan lapangan, dan data kuantitatif yang berupa (1) aktivitas pengajar dan pembelajar yang diperoleh melalui lembar observasi dengan menggunakan daftar cek, (2) hasil belajar siswa, dan (3) kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan metode Quantum Teaching , maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian gabungan, yaitu gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan gabungan ini diimplementasikan dalam penelitian tindakan.&lt;br /&gt;B. Latar Penelitian&lt;br /&gt;Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 11 SMAN 11 Medan dengan jumlah subjek sebanyak 42 orang. &lt;br /&gt;C. Faktor yang Diselidiki&lt;br /&gt;Untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan, ada dua faktor yang diselidiki, yaitu faktor pembelajar dan faktor pengajar.&lt;br /&gt;1) Faktor pembelajar&lt;br /&gt;Ada dua data yang ingin diperoleh dari pembelajar berkenaan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan metode Quantum Teaching, yaitu hasil belajar pembelajar, dan aktivitas pembelajar selama pembelajaran menggunakan metode Quantum Teaching .&lt;br /&gt;2) Faktor pengajar&lt;br /&gt;Dalam pengembangan ini, data yang ingin diperoleh dari pengajar adalah aktivitas pengajar selama pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching  dan kemampuan pengajar dalam melaksanakan pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode Quantum Teaching .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prosedur Tindakan&lt;br /&gt;Prosedur kerja dalam kegiatan ini terdiri dari dua siklus (putaran). Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Setiap pertemuan dilaksanakan berdasarkan rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran disusun berdasarkan hasil refleksi dari suatu tindakan yang digelar.&lt;br /&gt;Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa, diamati setiap aktivitas penting baik berupa perkataan maupun perbuatan dengan menggunakan lembar catatan lapangan (selanjutnya digunakan kode CL), dan lembar observasi (selanjutnya digunakan kode O), Hal ini dipergunakan untuk menjawab masalah penelitian nomor satu. Untuk mengetahui sejauh mana keterampilan berbahasa Prancis siswa, diberikan tes hasil belajar setiap selesai suatu proses pembelajaran dengan metode Quantum Teaching . Hal ini untuk menjawab masalah penelitian nomor dua. Untuk mengetahui kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode Quantum Teaching (masalah penelitian nomor tiga), lembar observasi dengan daftar cek.&lt;br /&gt;Sebelum melaksanakan tindakan-tindakan tersebut di atas, terlebih dahulu dilaksanakan observasi awal, dan tes keterampilan berbahasa Prancis siswa. Observasi awal dilakukan untuk mengetahui situasi pembelajaran bahasa Perancis di dalam kelas. Tes kemampuan berbahasa Perancis dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kemampuan berbahasa Prancis siswa. Data yang diperoleh dari kegiatan ini dijadikan bahan refleksi awal.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil refleksi awal, dilaksanakan Penelitian Tindakan dengan prosedur 1) perancanaan, 2) implementasi tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Hal ini senada dengan pendapat Suyanto (1996/1997:16).&lt;br /&gt;1) Perencanaan&lt;br /&gt;Perencanaan menyangkut segala persiapan yang akan dilakukan berkenaan dengan Penelitian Tindakan yang diprakarsai. Dalam penelitian ini, kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Dibuat skenario pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching . Skenario pembelajaran ini meliputi RP (Rencana Pembelajaran) dan daftar tindakan yang harus dilakukan guru terhadap perubahan perilaku siswa akibat tindakan yang digelar.&lt;br /&gt;b) Dibuat lembar observasi untuk melihat kondisi belajar di kelas ketika metode Quantum Teaching  dilaksanakan. Lembar observasi ini menyangkut lembar observasi tentang aktivitas pembelajar dan pengajar.&lt;br /&gt;c) Dibuat lembar catatan lapangan.&lt;br /&gt;d) Disusun alat bantu pembelajaran yang dibutuhkan guna mengoptimalkan kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;2) Pelaksanaan tindakan &lt;br /&gt;Pelaksanaan tindakan menyangkut deskripsi tindakan yang digelar, materi yang diajarkan, skenario kerja tindakan perbaikan, dan prosedur tindakan yang ditetapkan. Dalam penelitian ini, setiap tindakan harus disesuaikan dengan Rencana Tindakan yang telah disusun.&lt;br /&gt;3) Observasi &lt;br /&gt;Observasi menyangkut prosedur pengumpulan data tentang proses dan hasil dari penerapan tindakan perbaikan yang dirancang. Observasi dilakukan pada saat pembelajaran dengan metode Quantum Teaching  dilaksanakan. Diamati segala aktivitas penting yang dilakukan siswa dan guru selama kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;4) Refleksi&lt;br /&gt;Refleksi  yaitu diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas penelitian. Berdasarkan hasil refleksi ini, suatu perbaikan tindakan selanjutnya ditentukan. Bahan yang digunakan untuk kegiatan refleksi adalah hasil observasi yang dilakukan oleh pengajar dan pengamat,  dan hasil belajar siswa setiap selesai suatu tindakan kelas. Prosedur berdaur pelaksanaan Penelitian Tindakan itu dapat digambarkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terselesaikan                                                                                                                 Siklus 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terselesaikan                                                                        Siklus 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1 Alur Penelitian Tindakan Kelas (Depdikbud, 1999:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Data&lt;br /&gt;1. Sumber Data&lt;br /&gt;Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas 11 SMAN 11 Medan tahun pelajaran 2010 yang berjumlah 42 orang siswa.&lt;br /&gt;2. Jenis Data&lt;br /&gt;a. Data kualitatif&lt;br /&gt;Data kualitatif dalam penelitian ini adalah data yang berupa aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa menggunakan metode Quantum Teaching  yang terekam melalui catatan lapangan.&lt;br /&gt;b. Data kuantitatif&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan data kuantitatif adalah data yang berupa hasil belajar siswa, dan data hasil observasi yang menggunakan lembar observasi dengan daftar cek, serta data tentang kemampuan guru melaksanakan pembelajaran bahasa Prancis dengan metode Quantum Teaching .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penganalisisan Data&lt;br /&gt;a. Data Kualitatif&lt;br /&gt;Proses kegiatan penganalisisan data kualitatif dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut.&lt;br /&gt;(a) Reduksi Data&lt;br /&gt;Pada tahap ini dilakukan (1) transkripsi data, (2) pengkodean, dan (3) reduksi data. Untuk mempermudah proses analisis data kualitatif, dibuat kode-kode terhadap data-data yang diperoleh. Kode-kode itu adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;• M = Siswa&lt;br /&gt;• D  = Guru&lt;br /&gt;• O = Observasi&lt;br /&gt;• HB  = Hasil Belajar&lt;br /&gt;• KBP  = Keterampilan Berbahasa Prancis&lt;br /&gt;• CL = Catatan Lapangan&lt;br /&gt;Selanjutnya, data hasil observasi dengan instrumen CL yang berupa data kasar, dipilih, disederhanakan, dan diabstrakkan. Reduksi ini berlangsung terus menerus selama kegiatan yang berorientasi kualitatif berlangsung. &lt;br /&gt;(b) Penyajian Data&lt;br /&gt;Data-data kualitatif disajikan secara naratif. Penyajian ini berupa sekumpulan informasi tersusun yang memungkinkan untuk dilakukannya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan berikutnya.&lt;br /&gt;(c) Menarik Kesimpulan dan Verifikasi&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang telah disajikan pada tahap kedua, selanjutnya dibuat simpulan sementara mengenai aktivitas siswa dan guru. Kesimpulan-kesimpulan ini juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Proses penganalisisan data ini dapat digambarkan sebagai berikut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                       Masa Pengumpulan Data&lt;br /&gt;                        ----------------------------------------------------&lt;br /&gt;                                           REDUKSI DATA&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;    Antisipasi                          Selama                            Pasca&lt;br /&gt;PENYAJIAN DATA&lt;br /&gt;    Selama                      Pasca &lt;br /&gt;                         PENARIKAN KESIMPULAN/VERIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Selama                 Pasca&lt;br /&gt;Gambar 2  Komponen-komponen Analisis Data: Model Alir ( Miles &amp; Huberman, 1992:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Data Kuantitatif&lt;br /&gt;Data kuantititif untuk hasil belajar siswa dianalisis dengan cara menghitung skor setiap siswa dan mencari nilai rata-rata kelas. Data kuantitatif yang berupa lembar observasi dengan daftar cek dianalisis dengan mencari persentase aktivitas siswa dan guru. Persentase aktivitas guru dan siswa dianalisis dengan menjumlahkan aktivitas yang relevan dengan kegiatan pembelajaran dikurangi aktivitas yang tidak relevan dengan pembelajaran dikalikan 100. Hasil penghitungan tersebut dijadikan penilaian dengan ketentuan sebagai berikut.&lt;br /&gt;0   – 40 = Kurang&lt;br /&gt;41 – 65 = Cukup&lt;br /&gt;66 – 85 = Baik&lt;br /&gt;86 –100 = Baik Sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Indikator Kinerja&lt;br /&gt;Indikator keberhasilan penelitian ini adalah adanya peningkatan keterampilan berbahasa Perancis siswa kelas 11 SMAN 11 Medan tahun pelajaran 2010. Bila 70% siswa telah mencapai nilai ketuntasan hasil belajar maka penelitian ini dihentikan. Sebaliknya jika belum sebanyak 70% siswa yang mencapai nilai ketuntasan, maka penelitian ini dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; XIII. DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Brown, H. Douglas. 1994. Teaching by Principal-An Interactive Aproach to Language             Pedagogi. New Jersey: Prentice-Hall Regents Englowood Cliffs.&lt;br /&gt;Dardjowidjojo, Soenjono. 2000. “Pengajaran, Pembelajaran, dan Pemerolehan Bahasa Asing”. Dalam Bambang Kaswanti Purwo (Editor). Kajian Serba Linguistik. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.&lt;br /&gt;Depdikbud. 1999. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdikbud. Dirjen. Dikti.&lt;br /&gt;De Porter B, Reardon M. dan Sarah Singer-Nourie. 2000. Quantum Teaching. Bandung: Penerbit Kaifa.&lt;br /&gt;Milles B. Mattew &amp; A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru, Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhajir, Muhammad. 2001. Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA Fisika SLTP dengan Model Problem Based Instuction. Tesis (Tidak Diterbitkan). Surabay: PPs. Universitas  Negeri Surabaya.&lt;br /&gt;Pateda, Mansoer. 1991. Linguistik Terapan. Yogyakarta: Kanisius.&lt;br /&gt;Suparno, P. 1997. Filsafat  Konstruksivisme  dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8924302929814641734-4147696095865341577?l=yesirli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yesirli.blogspot.com/feeds/4147696095865341577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yesirli.blogspot.com/2010/02/pkm-quantum-teaching-q.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8924302929814641734/posts/default/4147696095865341577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8924302929814641734/posts/default/4147696095865341577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yesirli.blogspot.com/2010/02/pkm-quantum-teaching-q.html' title='PKM-Quantum Teaching Q.....'/><author><name>yechi_queen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12233089487283885760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8924302929814641734.post-6408843441820137574</id><published>2010-02-26T19:27:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T19:28:32.904-08:00</updated><title type='text'>francophonie,,^_^,,</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cict1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cict1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;link rel="OLE-Object-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cict1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_oledata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Palatino Linotype"; 	panose-1:2 4 5 2 5 5 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-536870009 1073741843 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:"Comic Sans MS"; 	panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-font-kerning:0pt; 	mso-bidi-font-weight:normal;} h2 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:center; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:2; 	font-size:20.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Comic Sans MS"; 	color:#FF6600; 	mso-bidi-font-weight:normal;} h3 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:18.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:center; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:3; 	font-size:16.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-weight:normal; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} h4 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:18.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:4; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Comic Sans MS"; 	mso-bidi-font-weight:normal;} h5 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:5; 	font-size:8.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-weight:normal;} h6 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:center; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:6; 	font-size:9.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoHeading7, li.MsoHeading7, div.MsoHeading7 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:7; 	font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold; 	mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoHeading8, li.MsoHeading8, div.MsoHeading8 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:center; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:8; 	font-size:16.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold; 	mso-bidi-font-weight:normal; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p.MsoHeading9, li.MsoHeading9, div.MsoHeading9 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:9; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold; 	mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-noshow:yes; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	vertical-align:super;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Palatino Linotype"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Courier New";}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ict1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fs; 	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ict1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fcs; 	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ict1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") es; 	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ict1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1 	{size:612.1pt 792.1pt; 	margin:68.05pt 82.2pt 68.05pt 82.2pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	border:gray 12.0pt; 	mso-page-border-art:weaving-angles; 	padding:1.0pt 4.0pt 1.0pt 4.0pt; 	mso-page-border-offset-from:text; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1033"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt;CANDUANG&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;MON&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;BEAU&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;VILLAGE&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" wrapcoords="-46 0 -46 21522 21600 21522 21600 0 -46 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ict1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.wmz" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![if gte mso 9]&gt;&lt;o:oleobject type="Embed" progid="Word.Picture.8" shapeid="_x0000_s1026" drawaspect="Content" objectid="_1328771615"&gt; &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ict1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1026" align="left" height="261" hspace="12" width="360" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Canduang est un petit village qui se trouve 10 KM de Bukittinggi-Sumatra Ouest. Il est situé au pied de la montagne de Marapi si bien que la terre est très fertille, l`air est frais et la nature est belle. Cette condition cause l`agriculture comme la ressource principalle des habitants. Les gens sont très ouverts et aimables.&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Le paysage de canduang qui est vu sur la colline de Bukik Bulek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;;"&gt;Ils ont les habitudes particulières qui sont très intéressantes par example : ils vont chez le marabaout quand ils sont malades, ils font la chasse de sanglier chaque deux fois par année dans une forêt près du village et chaque à la fin de l`année ils font une grande fête à la mosquée pour fêter la réussite des élèves &lt;i style=""&gt;MDA&lt;/i&gt;. C`est la fête de &lt;i style=""&gt;Kahtam Al-Qur`an&lt;/i&gt;. A côté de ça, ils gardent toujours sa culture originalle. Ici, il y a l`alignement de &lt;i style=""&gt;Rumah Gadang &lt;/i&gt;qu`aujourd`hui est assez difficille à trouver à Minangkabau. C`est canduang avec la condition naturelle, les gens et les habitudes particulières. Voilà puorqoi, il est convenable de visiter. Alors, allez….visitez-le.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt;LES HABITUDES PARTICULIÈRES&lt;/span&gt;&lt;span style="color: fuchsia; font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt;ALLER CHEZ LE MARABOUT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;" wrapcoords="-69 0 -69 21501 21600 21501 21600 0 -69 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ict1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.png" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="through"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ict1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" shapes="_x0000_s1027" align="left" height="240" hspace="12" width="324" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;;"&gt;Jusqu`à present, aller chez le marabout en apportant le benjoin est une habitude qui est crue encore par les habitants pour guérir la maladie oubien pour garder leur-même du dérangement de l`esprit. Surtout pour les parents qui ont le bébé. Ils y vont pour demander une amulette comme la protection de leur bébé de l`esprit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Un marabout est en train de guérir un patient&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;h5 style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;avec un verre d`eau qui a été lu une prière&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt;CHASSER LE SANGLIER&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1028" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" wrapcoords="-62 0 -62 21505 21600 21505 21600 0 -62 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ict1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.png" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ict1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.jpg" shapes="_x0000_s1028" align="left" height="232" hspace="12" width="348" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;;"&gt;Chasser le sanglier est organisé souvant deux fois par année dans une forêt près du village. Cette chasse est réalisée par groupe qui est consisté de 6-10 personnes avec leur chien de chasse. L`objectif est de sauver le village du dérangement de sanglier qui détruit toujours les champs des habitants. Parfois cette chasse est devenue aussi la compétiton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h6 style="margin-left: 144pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Un groupe du chasseur de sanglier&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;avec leur chien de chasse qui va faire le chasse.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: fuchsia;"&gt;LA FÊTE DE &lt;i style=""&gt;KHATAM AL-QUR`AN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1029" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;" wrapcoords="-75 0 -75 21503 21600 21503 21600 0 -75 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ict1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image007.wmz" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="through"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![if gte mso 9]&gt;&lt;o:oleobject type="Embed" progid="Word.Picture.8" shapeid="_x0000_s1029" drawaspect="Content" objectid="_1328771616"&gt; &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ict1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" shapes="_x0000_s1029" align="left" height="219" hspace="12" width="312" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;La f&lt;/span&gt;ête de &lt;i style=""&gt;Khatam Al-qur`an&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; est une grande fête qui est organisée toujours chaque à la fin de l`année dans une mosquée de ce village. Deux jours avant la célébration, les habitans décorent la mosquée et mettent les bannières autour du village. Le matin de la célébration, les candidats sont escortés à travers le village avec le groupe de &lt;i style=""&gt;Rebana&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; et les enfants qui portent le vêtement traditionnel&lt;span style="font-family: &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Palatino Linotype&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading7"&gt;Les candidats de Khatam Al-qur`an qui sont escortés&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;à travers le village.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading8"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; line-height: 150%; color: fuchsia;"&gt;LES GENS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; color: fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading9"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; color: fuchsia;"&gt;LA VIE DE MADAME NURMA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; color: fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_7" spid="_x0000_s1030" type="#_x0000_t75" alt="F:\Images\13-01-10_1500.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:198pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ict1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image009.wmz" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![if gte mso 9]&gt;&lt;o:oleobject type="Embed" progid="Word.Picture.8" shapeid="Picture_x0020_7" drawaspect="Content" objectid="_1328771617"&gt; &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ict1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" alt="F:\Images\13-01-10_1500.jpg" shapes="Picture_x0020_7" align="left" height="275" hspace="12" width="324" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Une personne qui va me présenter est une paysanne et aussi la famme au foyée, c`est madame Nurma. Tous les jours, elle cultive sa rizière avec son mari de matin à l`après midi. Ensuite elle cherche les herbers pour ses buffles. Habituellement, elle rentre chez elle à 17.00. Et le soir, elle se réunit avec sa famille en coudrant le &lt;i style=""&gt;suji &lt;/i&gt;oubien &lt;i style=""&gt;tarawang&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;comme le salaire supplémentaire.&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Madame Nurma en train de cultiver sa rizière.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeading8"&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt;LES ENDROITS CLÉ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: fuchsia; font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; color: fuchsia;"&gt;LAMAN PANJANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t75" alt="F:\Images\13-01-10_1301.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:171pt;" wrapcoords="-62 0 -62 21492 21600 21492 21600 0 -62 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ict1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image011.wmz" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![if gte mso 9]&gt;&lt;o:oleobject type="Embed" progid="Word.Picture.8" shapeid="_x0000_s1031" drawaspect="Content" objectid="_1328771618"&gt; &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ict1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.gif" alt="F:\Images\13-01-10_1301.jpg" shapes="_x0000_s1031" align="left" height="228" hspace="12" width="360" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Laman Panjang est un endroit où se trouve l`alignement de &lt;i style=""&gt;Rumah Gadang&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; qui est âgé de 150 ans qui est completé encore avec le &lt;i style=""&gt;Rangkiang&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Ici, on peut voir directement la culture de Minangkabau qui est encore intacte comme l`architecture de la maison, la sclupture originalle et aussi la Fête traditionnelle de Minangkabau comme la fête de marriage et la fête de l`enlèvement de &lt;i style=""&gt;pangulu&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;L`alignement de Rumah Gadang avec le Rangkiang&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; color: fuchsia;"&gt;BUKIK BULEK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1032" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;" wrapcoords="-95 0 -95 21459 21600 21459 21600 0 -95 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ict1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image013.png" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="through"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ict1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image014.jpg" shapes="_x0000_s1032" align="left" height="168" hspace="12" width="312" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;L`endroit le plus exact pour voir un beau paysage de ce village est sur la colline qui se trouve au nord du village. En jouant du clapotis de petite cascade qui est située à l`autre bout de cette colline, on peut voir le paysage des rizières, des champs et des alignements des maisons des habitans qui peut calmer le coeur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Le paysage de Bukik Bulek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; La fête de “Khatam Al-qur`an est une fête qui est organisée pour fêter la réussite des élèves “MDA”(une école pour apprendre à lire le Coran)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Rebana est un instrument de musique traditionnelle qui est utilisée toujours dans une grande fête à Minangkabau.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Suji et tarawang est le nom de tissé traditionnel de Minangkabau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Rumah Gadang est le nom de la maison traditionnelle de Minangkabau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Rangkiang est une petite maison qui se trouve devant Rumah Gadang qui est utilisée pour garder de riz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Pangulu est le surnom du roi de Minangkabau.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8924302929814641734-6408843441820137574?l=yesirli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yesirli.blogspot.com/feeds/6408843441820137574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yesirli.blogspot.com/2010/02/francophonie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8924302929814641734/posts/default/6408843441820137574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8924302929814641734/posts/default/6408843441820137574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yesirli.blogspot.com/2010/02/francophonie.html' title='francophonie,,^_^,,'/><author><name>yechi_queen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12233089487283885760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8924302929814641734.post-2874061048820633804</id><published>2008-02-27T03:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T03:34:20.625-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto Q'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCWC4_GyI/AAAAAAAAABc/8r9EGUlhz6M/s1600-h/Foto%28111%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCWC4_GyI/AAAAAAAAABc/8r9EGUlhz6M/s400/Foto%28111%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442884202410220322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCV2PJx2I/AAAAAAAAABU/xGOo0wmjX_o/s1600-h/Foto%28099%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCV2PJx2I/AAAAAAAAABU/xGOo0wmjX_o/s400/Foto%28099%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442884199013533538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCVKv4XjI/AAAAAAAAABM/G1sqai-47W8/s1600-h/Foto%28084%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCVKv4XjI/AAAAAAAAABM/G1sqai-47W8/s400/Foto%28084%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442884187339644466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCUqLhsbI/AAAAAAAAABE/mRysdpYSmKQ/s1600-h/%23C12.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCUqLhsbI/AAAAAAAAABE/mRysdpYSmKQ/s400/%23C12.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442884178597228978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8924302929814641734-2874061048820633804?l=yesirli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yesirli.blogspot.com/feeds/2874061048820633804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yesirli.blogspot.com/2010/02/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8924302929814641734/posts/default/2874061048820633804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8924302929814641734/posts/default/2874061048820633804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yesirli.blogspot.com/2010/02/blog-post.html' title=''/><author><name>yechi_queen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12233089487283885760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7dT_M0ywshk/S4kCWC4_GyI/AAAAAAAAABc/8r9EGUlhz6M/s72-c/Foto%28111%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
